Shanghai, metropolis yang dinamis, tidak hanya dikenal sebagai pusat bisnis global, tetapi juga sebagai surga kuliner yang menawarkan spektrum pengalaman bersantap yang luar biasa, mulai dari masakan jalanan lokal hingga santapan mewah kelas dunia. Di antara permata kulinernya, dua restoran menonjol dengan chuan fu filosofi yang sangat berbeda namun sama-sama revolusioner: Ultraviolet by Paul Pairet dengan pendekatan multi-sensorinya yang imersif, dan Fu He Hui yang mendefinisikan kembali masakan vegetarian Tiongkok kelas atas. Kedua restoran ini tidak hanya menyajikan makanan, tetapi juga sebuah kisah dan perjalanan yang memikat indra, menjadikan Shanghai sebagai destinasi wajib bagi para pecinta kuliner.
Ultraviolet by Paul Pairet sering digambarkan sebagai restoran paling avant-garde di dunia. Ini bukan sekadar tempat makan; ini adalah “proyek seumur hidup” dari koki Prancis visioner, Paul Pairet, yang membutuhkan waktu lebih dari 15 tahun untuk dikembangkan sebelum akhirnya dibuka pada Mei 2012. Restoran ini mendobrak semua batasan konvensional dengan menyatukan gastronomi canggih dengan teknologi multi-sensorik untuk menciptakan pengalaman yang sepenuhnya imersif.
Eksklusivitas adalah inti dari Ultraviolet. Restoran ini hanya memiliki satu meja komunal yang menampung sepuluh tamu per malam. Lokasinya dirahasiakan; para tamu akan dijemput di lokasi pertemuan yang telah ditentukan dan diantar ke sebuah ruang makan tanpa jendela yang tersembunyi di suatu tempat di Shanghai. Di dalam “bunker” futuristik ini, tidak ada lukisan atau pemandangan kota. Sebaliknya, dinding baja dan layar proyektor 360 derajat, 146 lampu, 56 pengeras suara Sennheiser, dan diffuser aroma khusus dari Prancis menciptakan suasana yang dapat disesuaikan untuk setiap hidangan.
Pengalaman bersantap di Ultraviolet adalah sebuah “drama” kuliner yang terdiri dari menu set 20 hidangan bergaya table d’hôte. Setiap sajian, yang dipersiapkan dengan presisi di dapur canggih, disinkronkan secara sempurna dengan elemen visual, audio, dan aroma yang dirancang khusus untuk meningkatkan persepsi rasa. Pairet menyebut filosofi ini sebagai “psycho-taste” – gagasan bahwa ingatan, asosiasi, dan harapan memengaruhi cara kita merasakan makanan.
Misalnya, untuk hidangan fish and chips yang dekonstruksi, ruang makan dapat menampilkan gambar bendera Union Jack dan suara rintik hujan London untuk membangkitkan konteks rasa yang diinginkan. Hasilnya adalah pengalaman yang melampaui rasa di lidah semata, memikat kelima indra, dan membuat para tamu “memakan lebih banyak mitos daripada kalori,” seperti yang dijelaskan dalam konsepnya.
Diakui secara global, Ultraviolet telah menerima tiga bintang Michelin sejak tahun 2017 dan secara konsisten masuk dalam daftar Asia’s 50 Best Restaurants. Sayangnya, restoran ikonik ini dijadwalkan untuk menangguhkan operasinya pada Maret 2025 karena gangguan konstruksi di sekitarnya, menandai berakhirnya sebuah era kuliner yang inovatif.