Terletak di West Street, Covent Garden, London, gedung yang terlihat di gambar ini pernah menjadi rumah bagi L’Atelier de Joël Robuchon. Restoran ternama ini, bagian dari kerajaan kuliner mendiang koki legendaris Prancis Joël Robuchon, dikenal dengan konsep inovatifnya yang memadukan santapan adiboga Prancis (French haute cuisine) dengan suasana yang lebih santai dan interaktif.
Nama “L’Atelier” sendiri berarti “bengkel” atau “studio seniman”. Konsep ini diwujudkan melalui tata letak restoran yang khas, di mana sebagian besar tempat duduk diatur mengelilingi konter yang menghadap langsung ke dapur terbuka. Tata letak ini memungkinkan para tamu untuk menyaksikan langsung “teater” para koki saat menyiapkan hidangan, menciptakan interaksi dinamis antara koki dan pengunjung. Suasana ini, dipadukan dengan skema warna smokey ribs merah dan hitam yang khas di seluruh ruangan, memberikan pengalaman bersantap yang unik, berbeda dari restoran fine dining tradisional yang lebih formal.
Restoran di London ini menempati bangunan bertingkat, dengan area konter di lantai dasar, ruang makan formal (disebut “La Cuisine”) di lantai pertama, dan area bar serta teras di lantai atas. Interiornya yang bergaya, dengan aksen marmer dan pencahayaan yang apik, menjadikannya destinasi populer bagi pecinta kuliner di area West End, dekat dengan distrik teater.
Joël Robuchon, yang meninggal pada Agustus 2018, adalah koki paling banyak dianugerahi bintang Michelin di dunia pada masanya, dengan total 32 bintang di seluruh restorannya secara global. Ia dikenal sebagai perfeksionis tanpa henti yang merevolusi masakan Prancis pasca-nouvelle cuisine, menciptakan gaya “cuisine moderne” yang menekankan kesederhanaan, kualitas bahan terbaik, dan teknik yang sempurna.
Filosofi kulinernya berfokus pada menonjolkan kualitas intrinsik bahan-bahan musiman, sering kali mengambil inspirasi dari masakan Jepang dan Spanyol. Salah satu hidangan khasnya yang paling terkenal adalah pommes purée atau kentang tumbuk, yang legendaris karena rasio kentang dan mentega 2:1 yang mewah. Hidangan khas lainnya termasuk langoustine ravioli dengan kubis Savoy dan truffle, serta caramelised quail yang diisi dengan foie gras.
Restoran London ini menyajikan menu à la carte dengan porsi seukuran tapas, serta menu pencicipan (tasting menu) tujuh atau delapan hidangan, termasuk pilihan vegetarian.
L’Atelier de Joël Robuchon di Covent Garden memegang satu bintang Michelin (dan pernah mencapai dua bintang) sebelum akhirnya ditutup secara permanen pada April 2019, tak lama setelah kematian sang maestro koki. Penutupan tersebut mengakhiri keberadaan restoran ikonik tersebut di lokasi West Street selama lebih dari satu dekade.
Namun, warisan kuliner Robuchon berlanjut di London. Tim di balik L’Atelier Covent Garden kemudian membuka konsep baru, termasuk Le Comptoir Robuchon dan Le Deli Robuchon di Mayfair. Restoran L’Atelier Robuchon yang baru di Mayfair, berlokasi di 6 Clarges Street, dibuka kembali pada September 2023, melanjutkan filosofi sang koki legendaris untuk menyajikan hidangan Prancis adiboga dalam suasana yang canggih namun santai.
Singkatnya, bangunan di foto tersebut adalah situs bersejarah bagi dunia kuliner London, yang dulunya merupakan rumah bagi salah satu restoran paling berpengaruh dan inovatif dari koki dengan bintang Michelin terbanyak di dunia.